Analisadaily (Binjai) - Hasil penghitungan cepat atau quik count
di Idaham Center, pasangan nomor urut 1, Idaham dan Timbas unggul
sementara pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Walikota dan Wakil
Walikota Binjai periode 2016-2021. Pasangan tersebut memperoleh suara
sebanyak 47.427 atau 38,24 persen.
Posisi kedua diraih pasangan nomor urut 2, Juliadi-Tulen memperoleh
suara sebanyak 46.773 atau 37,72 persen. Pasangan nomor urut 3, H. Saleh
Bangun-Dhani Setiawan Isma meraih perolehan suara sebanyak 29.809 atau
24.04 persen.
Dari data yang diperoleh Analisadaily.com, sebanyak 124.009
suara yang masuk dalam hitung cepat, di mana pasangan calon Walikota/
Wakil Walikota nomor urut 1 berhasil mengungguli Juliadi-Tulen dengan
selisih 654 suara.
Pasangan Idaham-Timbas unggul dibandingkan dengan Juliadi-Tulen di
tiga kecamatan, yakni di Binjai Utara unggul dengan selisih 136 suara,
Binjai Selatan unggul tipis 38 suara. Terakhir di Binjai Kota menang
telak 1.450 suara.
Namun hasil ini belum resmi, karena kepastian lebih lanjut masih
menunggu hasil penghitungan suara dari KPU Binjai yang rencananya akan
dilakukan pada tanggal 16 Desember mendatang di Kantor KPU Binjai.
"Hasil ini memastikan pasangan Idaham-Timbas kembali dipercaya untuk
memimpin Kota Binjai lima tahun ke depan," kata Ketua Tim Pemenangan, HM
Sajali didampingi Zainuddin Purba di Rumah Idaham Center, Jalan
Samanhudi, Kelurahan Berngam, Binjai Kota, Rabu (9/12).
Hasil perhitungan suara yang menetapkan Idaham-Timbas sebagai
pemenang langsung disambut suka cita dan tangis bahagia. Ratusan
simpatisan yang datang memenuhi Rumah Idaham Center tampak larut
merayakan kemenangan sambil meneriakkan takbir dan lanjutkan, lanjutkan.
data terakhir yang sudah terkumpul adalah:
Kamis, 10 Desember 2015
Minggu, 05 April 2015
WAKIL KETUA MPR RI HIDAYAT NURWAHID BERBAHASA JAWA DI BINJAI
Dengan berbicara Bahasa jawa yang hanya dipahami oleh beberapa kader PKS
Binjai-Langkat,
Al Ustadz Hidayat Nurwahid membuat suasana menjadi
sedikit fokus. Walaupun ada beberapa kader PKS yang tertawa mendengar
bahasa jawa yang disampaikan membuat pertanyaan apakah mereka paham
dengan yang diucapkan atau tertawa karena ketidakpahaman. Termasuk saya
selaku peliput berita tidak bisa menuangankan kedalam bahasa Indonesia
apa yang beliau sampaikan di tulisan ini. Hidayat Nurwahid dalam
silaturahimnya menyampaikan bahwa kesuksesan di Kota Binjai dapat
meningkatkan kesuksesan di daerah lain, begitu juga sebaiknya. Wakil
ketua MPR RI ini juga menyinggung tentang kekejaman ISIS yang bisa juga
membuat pandangan buruk umat Islam. Pandangan buruk juga pernah terjadi
di negara ini tentang tdk diperbolehkannya berbicara kepemerintahan
(politik) dalam ceramah-ceramah agama. Juga pernah diwacanakan dalam
penghapusan kolom agama di identitas kependudukan.
Di era sekarang
sangat memungkinkan munculnya begitu banyak fitnah. Hidayat Nurwahid
juga memesankan bahwa banyak orang lebih melihat apa yg kita kerjakan
daripada apa yg diucapkan. Dalam Triaspolitika PKS ikut serta dalam
bermusyarokah di negara ini (eksekutif legislatif, yudikatif).
Keefektifan menyampaikan kebaikan lebih baik jika kita bisa berada dalam
wilayah eksekutif, terutama kesiapan kita dalam Pilkada Kota Binjai.
Kebaikan kebaikan dalam pengelolaan yg dilakukan para kader PKS di
eksekutif kurang terpublikasikan di umum. Ini yang membuat pemberitaan
tidak seimbang dan menganggap para potensi kader PKS yg berada di
eksekutif tidak memiliki kerja nyata. Kemenangan PKS pernah kita lakukan
di jakarta sebagai miniatur Indonesia dengan kerja-kerja kader kita
untuk memperjuangak hak2 rakyat. Kita senatiasa menyampaikan
kebaikan-kebaikan walapun posisi kita berada pada oposisi.
Peristiwa
menarik dalam kehangatan bersama Bapak Jokowi tutur Hidayat, terjadi
pada saat perjamuan kepresidenan tentang minuman yang ber alkohol.
Kegiatan kehangatan juga terjadi disaat rencana peresmian pembangunan
masjid. Pada saat pelantikan di istana Presiden saya mengingatkan
tentang janji peresmian tersebut yang hampir dia batalkan karena adanya
agenda kepresidenan untuk berkunjung ke Swiss. Secara khusus posisi PKS
dalam perpolitikan adalah untuk berdakwah menyampaikan kebaikan dan
melarang perbuatan-perbuatan yang buruk. Secara umum konsentarsi kita
baik di daerah maupun dipusat adalah demi kebaikan masyarakat dengan
kebaikan-kebaikannya ujar beliau. Pilihan kita sebagai partai politik
adalah harus siap mengerti tentang Indonesia dan sistim
kepemerintahan. Ini yang membuat kita harus terus melakukan pembelajaran
politik yang diiringi dengan ibadah kepada Allah s.w.t. Diakhir
diskusinya yang sangat singkat karena harus mengikuti kegiatan pembukaan
kompetisi HNW Cup di GOR rambung beliau memesankan untuk memaksimalkan
kemenangan pilkada di Kota Binjai, mudah-mudahan Allah meridhoi
cita-cita kita. HR
Langganan:
Postingan (Atom)

