Jumat, 14 Juni 2013

TERUSAN SUEZ ADALAH KARYA MASTER PIECE UMAR BIN KHATTAB R.A.


Banyak yang belum tahu , bahwa ternyata Terusan Suez ternyata adalah sebuah karya agung berdasar ide dan gagasan cemerlang sekaligus membuktikan kejeniusan Amirul Mukminin Umar Bin Khaththab raddiyallahu’anhu.

Ide jenius beliau menghubungkan Laut Merah dan Laut Putih Tengah karena adanya berbagai potensi domestik yang sudah dikenal pada zamannya. Juga kejeniusan beliau patut kita berbangga karenanya, adalah kemampuan beliau mewujudkan proyek tersebut dalam waktu relatif singkat sehingga terusan tersebut bisa dilalui oleh kapal-kapal.

Di musim dingin tahun 641-642 M, Amru bin Ash ra. membuka terusan yang menghubungkan antara laut Qalzim dengan Laut Romawi atau di posisinya sekarang, dikenal dengan nama Terusan Amirul Mukminin.

Al Qadha’i bercerita, Umar bin Khattab ra. menginstruksikan pada Amru bin Ash ra. pada saat musim paceklik untuk mengeruk teluk yang berada di samping Fusthath kemudian dialiri air sungai Nil hingga laut Qalzim.

Belum setahun, teluk inipun sudah bisa dilalui oleh kapal dan digunakan untuk mengangkut logistik ke Mekkah dan Madinah. Teluk ini juga dimanfaatkan penduduk dua tanah suci itu hingga disebut Teluk Amirul Mukminin.

Al Kindi bertutur bahwa teluk tsb dikeruk pada tahun 32 H dan selesai hanya dalam waktu 6 bulan. Kapal-kapal sudah bisa lalu lalang menyusuri teluk hingga sampai di Hijaz bulan ke tujuhnya.

Terusan ini sangat membantu penduduk Mesir hingga era Khalifah Abu Ja’far Al Manshur , yang dibendungnya untuk memutus aliran dan dukungan Mesir terhadap perlawanan Muhammad bin Abdullah bin Hasan bin Ali bin Abi Thalib di Hijaz.

Sebagian sejarah juga menyebut, bahwa Amru bin Ash telah memikirkan untuk menghubungkan 2 laut putih dan Merah , namun tampaknya yang dimaksud adalah terusan lain, yang membelah antara Selat Timsah dengan Barzah, antara Mesir dan Sinai hingga Laut Tengah. Tapi rencana ini dibatalkan karena alasan pertimbangan militer yang ada pada zaman itu.

Pada masa Khilafah Utsmaniyyah, teluk ini dibersihkan tiap tahun. Musim dingin, teluk ini biasanya ditutup karena dikeruk dan dibersihkan seperti perayaan. (biasanya bulan Agustus). Lumpur yang dikeruk lalu diangkat dan ditimbun di samping kanan-kiri aliran teluk. dan ini sungguh menarik perhatian penduduk setempat.
 
 

Kamis, 13 Juni 2013

Wali Kota Binjai Terima Piala Adipura

MedanBisnis—Binjai. Walikota Binjai, HM Idaham, Senin (10/6), menerima anugrah penghargaan Piala Adipura untuk kategori Kota Sedang dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara Jakarta.Ini merupakan yang pertama kali  Kota  Binjai berhasil meraih penghargaan Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup sebagai kategori terbersih dan hijau.
Penghargaan itu juga pertama kali era kepemimpinan H M Idaham SH MSi dan Wakil Walikota Timbas Tarigan SE dan perolehan tersebut hanya di peroleh Kota Binjai, Siantar Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

“Keberhasilan adipura merupakan keberhasilan dari kita semua sebagai warga Kota Binjai, karena ini merupakan hasil  kerja sama dari Pemko Binjai dan tentunya masyarakat Kota Binjai.

 Saya berharap penghargaan ini dapat kita pertahankan, dengan tetap menjaga dan memelihara kebersihan lingkungan tempat tinggal kita dari sampah,” pinta Idaham.

Walikota Binjai mengajak semua pihak untuk terus giat melakukan upaya menjaga dan menghijaukan lingkungan sekitar masing-masing. “Adipura bukanlah tujuan utama akan tetapi mewujudkan lingkungan yang bersih hijau dan sehat adalah tujuan kita bersama.

Syukur Alhamdulillah upaya ikhlas semua lapisan masyarakat mendapat apresiasi dari pemerintah pusat yang menilai Kota Binjai adalah kota yang bersih sehingga berhak menerima penghargaan Adipura,” katanya.

Walikota juga mengucapkan terima kasih kepada instansi terkait yang telah bekerja keras mengajak, menghimbau dan mengingatkan semua pihak untuk berperan aktif menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat.

Ketua DPRD Binjai, Zainudin Purba  yang turut hadir di Istana Negara mengatakan bahwa penghargaan ini adalah sebuah kebanggaan bagi kita semua. ( arma delisa )

http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2013/06/11/34019/walilkota_binjai_terima_adipura/#.UkKyc2ctSKE