Tampilkan postingan dengan label Kader PKS Siap Memimpin Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kader PKS Siap Memimpin Indonesia. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Desember 2015

Pasangan IDAMAN Juarai PILKADA Binjai Dengan 47606 Suara





Hasil rekapitulasi suara di PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) se- Kota Binjai telah selesai dilakukan. Dalam hasil tersebut, pasangan calon walikota/wakil walikota Binjai, Idaham-Timbas resmi dinyatakan unggul dengan perolehan suara sebesar 47.606 atau 38,25 persen.

Jumlah itu, hanya berselisih 700 suara dari pasangan Juliadi-Tulen yang menempati posisi runner up dengan perolehan suara sebesar 46.906 atau 37,69 persen. Disusul pasangan Saleh-Dhani di posisi buncit dengan perolehan suara hanya sebesar 29.946 atau 24,06 persen.

Demikian disampaikan Ketua Tim Pemenangan Idaham Center, HM Sajali saat menggelar konferensi press di Rumah Idaham Center, Jalan Samanhudi, Kel. Berngam, Kec. Binjai Kota, Jum’at (12/12) malam.

Lebih lanjut, kata HM Sajali, proses hasil rekapitulasi suara di PPK se-Kota Binjai telah rampung dilaksanakan. Dimana, hasil rekapitulasi suara PPK Binjai Barat, pasangan calon nomor urut satu meraih perolehan suara sebesar 7723, nomor urut dua 8864 dan nomor urut tiga 4440. Lalu, hasil rekapitulasi suara PPK Binjai Kota, pasangan calon nomor urut satu meraih perolehan suara sebesar 6584, nomor urut dua 5143 dan nomor urut tiga 3386.

Terakhir, PPK Binjai Utara, pasangan calon nomor urut satu meraih perolehan suara sebesar 13.863, nomor urut dua 13.228 dan nomor urut tiga 8818. ” Dengan hasil rekapitulasi ini maka kita harapkan tidak ada lagi silang pendapat atau saling klaim kemenangan, karena hasil ini resmi dari KPU melalui PPK di semua kecamatan se-Kota Binjai, jadi sekali lagi selamat untuk pasangan Idaham-Timbas, ” katanya.

Ratusan pendukung dari berbagai lintas partai politik dan masyarakat yang berada sejak sore hari di Idaham Center langsung menyambut gembira hasil resmi rekapitulasi suara dari PPK se-Kota Binjai. Seluruh masyarakat saling berdesak-desakan memenuhi halaman depan Idaham Center untuk merayakan kemenangan.




Dalam kata sambutannya, HM Idaham menilai proses tahapan Pilkada sudah dinyatakan selesai, sesaat setelah menerima hasil rekapitulasi suara dari PPK-se Kota Binjai. Terlebih lagi, hingga kini tidak ada pihak yang merasa keberatan dengan proses rekapitulasi. ” Selesai penghitungan suara di kecamatan, maka sudah selesai Pilkada dan Alhamdulillah masyarakat kembali memberikan amanah kepada saya untuk melanjutkan pembangunan di kota tercinta ini, ” ujarnya.

Idaham juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pendukung dan masyarakat Kota Binjai yang telah ikut mensukseskan Pilkada 2015 ini. Menurutnya, berbeda pilihan adalah hal yang biasa, namun harus tetap bersatu padu untuk memajukan kota tercinta ini. ” Mari kita semua saling bekerjasama untuk membangun kota tercinta ini, ” imbuhnya. (bc-1)



Berikut Poto Rekapitulasi Perkecamatan : 

1. Binjai selatan 

 

2. Binjai Kota

 
3. Binjai Barat

 
4. Binjai Timur 
 
 
5. Binjai Utara 






Sabtu, 12 Desember 2015

Pasangan Jitu KO di Kecamatan Binjai Kota

Semua kecamatan yg ada dibinjai telah rampung melaksanakan penghitungan suara

untuk  Kec. Binjai Kota:
No. Urut 1) 6.584
No. Urut 2) 5.143
No. Urut 3) 3.386

(Plano PPK Binjai Kota) namun Saksi Nomor Dua (JITU)  tak mau menandatangani Haasil Rekap kecamatan Binjai Kota




Jumat, 11 Desember 2015

Jitu Menang di Kec. Binjai Barat

Rekapitulasi tetap dilanjutkan walau tanpa Saksi Pasangan Nomor 3 Saleh Dani!





ini data sebelumnya Rekap perkelurahan se kec. Binjai Barat :








PASANGAN IDAMAN RAIH SUARA TERBANYAK DI KEC. BINJAI UTARA

 Proses penghitungan di tingkat kecamatan (PPK) sudah berakhir untuk Kec. Binjai Barat dan Binjai Timur. Alhamdulillah rekapitulasi untuk kec.Binjai Utara juga Sudah Siap!  Suara terbanyak diraih Oleh pasangan no.1 IDAMAN



Kamis, 10 Desember 2015

Masyarakat Binjai Kembali Percayakan Idaham-Timbas Pimpin Binjai

Masyarakat Binjai Kembali Percayakan Idaham-Timbas Pimpin Binjai

Hasil penghitungan suara riil (real count) Pilkada Binjai 2015 di sudah berakhir. Hasilnya, alhamdulillah pasangan IDAMAN H. Muhammad Idaham, S.H. M.Si dan H. Timbas Tarigan, S.E kembali mendapat mandat masyarakat untuk melanjutkan pembangunan kota Binjai menjadi smart city yang IDAMAN.

Berikut hasil lengkapnya:

1. IDAMAN 47.451 suara (38,2%)
2. JITU 46.493 suara (37,6%)
3. SAHDAN 29.999 suara (24,2%)

Hasil ini juga tidak jauh berbeda dengan penghitungan Polres Center dimana IDAMAN menang dengan selisih suara 3% dengan pasangan Nomor 2.

Terima kasih atas dukungan seluruh masyarakat kota Binjai. Kepada segenap tim saksi dan seluruh masyarakat, mari kita kawal suara rakyat ini hingga ke penghitungan akhir di KPUD Binjai.


Quick Count Pilkada Binjai 2015

Alhamdulillah.. 58 Daerah Dimenangkan PKS, Allohu Akbar

Pilkada yang dimenangkan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Pilkada 9 Desember 2015:


1. Pilkada Provinsi Sumatera Barat – PKS menang
2. Pilkada Kota Depok – PKS menang
3. Pilkada Kota Tangerang Selatan – PKS menang
4. Pilkada Cianjur – PKS menang
5. Pilkada Kab Malang – PKS menang
6. Pilkada Karawang – PKS menang
7. Pilkada Sambas – PKS menang
8. Pilkada Kabupaten Bantul – PKS menang
9. Pilkada Kabupaten Bandung – PKS menang
10. Pilkada Kabupaten Pangandaran – PKS menang
11. Pilkada Kabupaten Selayar – PKS menang
12. Pilkada Kabupaten Bulukumba – PKS menang
13. Pilkada Kabupaten Pangkep – PKS menang
14. Pilkada Kabupaten Barru – PKS menang
15. Pilkada Kabupaten Soppeng – PKS menang
16. Pilkada Kabupaten Luwu timur – PKS menang
17. Pilkada Kabupaten Toraja – PKS menang
18. Pilkada Kota Banjarmasin – PKS menang
19. Pilkada Halmahera Selatan – PKS menang
20. Pilkada Kota Ternate – PKS menang
21. Pilkada Bungo Jambi – PKS menang
22. Pilkada Sumenep – PKS menang
23. Pilkada Gresik – PKS menang
24. Pilkada Sragen – PKS menang
25. Pilkada Kendal – PKS menang
26. Pilkada Blora – PKS menang
27. Pilkada Purworejo – PKS menang
28. Pilkada Kota Magelang – PKS menang
29. Pilkada Wonosobo – PKS menang
30. Pilkada Purbalingga – PKS menang
31. Pilkada Kabupaten Pekalongan – PKS menang
32. Pilkada Kota Pekalongan – PKS menang
33. Pilkada Bontang – PKS menang
34. Pilkada Mamuju – PKS menang
35. Pilkada Kota Medan – PKS menang
36. Pilkada Kota Samarinda – PKS menang
37. Pilkada Provinsi Kalimantan Utara – PKS menang
38. Pilkada Nunukan – PKS menang
39. Pilkada Malinau – PKS menang
40. Pilkada Bulungan – PKS menang
41. Pilkada Berau – PKS menang
42. Pilkada Kabupaten Indramayu – PKS menang
43. Pilkada Ngawi – PKS menang
44. Pilkada Lamongan – PKS menang
45. Pilkada Blitar – PKS menang
46. Pilkada Lampung Selatan – PKS menang
47. Pilkada Pacitan – PKS menang
48. Pilkada Mojokerto – PKS menang
49. Pilkada Banyuwangi – PKS menang
50. Pilkada Tuban – PKS menang
51. Pilkada Poso - PKS menang
52. Pilkada Banggai - PKS menang
53. Pilkada Banggai kepulauan - PKS menang
54. Kab Pesawaran
55. Kab Way Kanan
56. Kab Lampung Tengah
57. Kota Bandarlampung
58. Kota Binjai, SUMUT - IDAHAM-TIMBAS Menang




Minggu, 05 April 2015

WAKIL KETUA MPR RI HIDAYAT NURWAHID BERBAHASA JAWA DI BINJAI

Dengan berbicara Bahasa jawa yang hanya dipahami oleh beberapa kader PKS Binjai-Langkat, 

Al Ustadz Hidayat Nurwahid membuat suasana menjadi sedikit fokus. Walaupun ada beberapa kader PKS yang tertawa mendengar bahasa jawa yang disampaikan membuat pertanyaan apakah mereka paham dengan yang diucapkan atau tertawa karena ketidakpahaman. Termasuk saya selaku peliput berita tidak bisa menuangankan kedalam bahasa Indonesia apa yang beliau sampaikan di tulisan ini. Hidayat Nurwahid dalam silaturahimnya menyampaikan bahwa kesuksesan di Kota Binjai dapat meningkatkan kesuksesan di daerah lain, begitu juga sebaiknya. Wakil ketua MPR RI ini juga menyinggung tentang kekejaman ISIS yang bisa juga membuat pandangan buruk umat Islam. Pandangan buruk juga pernah terjadi di negara ini tentang tdk diperbolehkannya berbicara kepemerintahan (politik) dalam ceramah-ceramah agama. Juga pernah diwacanakan dalam penghapusan kolom agama di identitas kependudukan. 

Di era sekarang sangat memungkinkan munculnya begitu banyak fitnah. Hidayat Nurwahid juga memesankan bahwa banyak orang lebih melihat apa yg kita kerjakan daripada apa yg diucapkan. Dalam Triaspolitika PKS ikut serta dalam bermusyarokah di negara ini (eksekutif legislatif, yudikatif). Keefektifan menyampaikan kebaikan lebih baik jika kita bisa berada dalam wilayah eksekutif, terutama kesiapan kita dalam Pilkada Kota Binjai. Kebaikan kebaikan dalam pengelolaan yg dilakukan para kader PKS di eksekutif kurang terpublikasikan di umum. Ini yang membuat pemberitaan tidak seimbang dan menganggap para potensi kader PKS yg berada di eksekutif tidak memiliki kerja nyata. Kemenangan PKS pernah kita lakukan di jakarta sebagai miniatur Indonesia dengan kerja-kerja kader kita untuk memperjuangak hak2 rakyat. Kita senatiasa menyampaikan kebaikan-kebaikan walapun posisi kita berada pada oposisi. 

Peristiwa menarik dalam kehangatan bersama Bapak Jokowi tutur Hidayat, terjadi pada saat perjamuan kepresidenan tentang minuman yang ber alkohol. Kegiatan kehangatan juga terjadi disaat rencana peresmian pembangunan masjid. Pada saat pelantikan di istana Presiden saya mengingatkan tentang janji peresmian tersebut yang hampir dia batalkan karena adanya agenda kepresidenan untuk berkunjung ke Swiss. Secara khusus posisi PKS dalam perpolitikan adalah untuk berdakwah menyampaikan kebaikan dan melarang perbuatan-perbuatan yang buruk. Secara umum konsentarsi kita baik di daerah maupun dipusat adalah demi kebaikan masyarakat dengan kebaikan-kebaikannya ujar beliau. Pilihan kita sebagai partai politik adalah harus siap mengerti tentang  Indonesia dan sistim kepemerintahan. Ini yang membuat kita harus terus melakukan pembelajaran politik yang diiringi dengan ibadah kepada Allah s.w.t. Diakhir diskusinya yang sangat singkat karena harus mengikuti kegiatan pembukaan kompetisi HNW Cup di GOR rambung beliau memesankan untuk memaksimalkan kemenangan pilkada di Kota Binjai, mudah-mudahan Allah meridhoi cita-cita kita. HR

Senin, 21 April 2014

DR. WARSITO, M.Eng, Kader PKS yang Mengguncang Dunia

Dr.Warsito Kader PKS
Inilah DR. Warsito P. Taruno, M.Eng, Ketua Umum Masyarakat Ilmuwan dan Teknologi Indonesia, juga merupakan salah seorang pengurus DPP PKS, yang telah membuat heboh dunia ilmuwan dengan penemuannya '4D Brain Activity Scanne' atau alat pemindai otak 4 dimensi berbasis elektrik secara real time, yang telah dipublikasikan pada acara simposium internasional yang diselenggarakan IEEE, organisasi ilmiah profesional internasional TERBESAR di dunia, pada 7-11 April 2013.

Sebelumnya dia juga telah menemukan alat pembasmi kanker otak dan pembasmi kanker payudara. Bahkan alat pembasmi kanker payudara ciptaannya berhasil menyembuhkan penyakit kanker payudara Kakak Kandungnya yg sudah mencapai stadium IV.

Warsito adalah sedikit dari putra bangsa yang berhasil menunjukkan prestasinya di dunia internasional. Begitupun Warsito tetap punya rasa nasionalisme yang tinggi. Hal ini dia tunjukkan dengan rencana membuat lembaga riset di Indonesia. Bahkan temuan-temuannya sebagian besar dilakukan di Indonesia dengan tujuan tidak ada keterikatan tertentu dengan negara lain.

Contoh penemuannya untuk alat pemindai tubuh yaitu ECVT System. Dengan alat ini, proses pengecekan kesehatan akan mendapatkan hasil yang jauh lebih akurat dan lebih murah dibanding MRI atau CT Scan.

Dan tahukah anda dimana Warsito menciptakan alat ini? Hanya di sebuah ruko sewaan di Tangerang. Bukan di laboratorium canggih atau di pusat riset yang maju.



Senin, 31 Maret 2014

Cerdas Memilih Sebelum Menyesal



Kenali Partai Sebelum Anda Memilih, Pakai Data bukan katanya-katanya.

Saksi TPS PKS Binjai, Siap Amankan Suara PKS

Pengukuhan SAKSI TPS PKS Binjai Kota - Barat

Pengukuhan saksi Tempat Pemungutan Suara (TPS) sebagai garda terdepan tim penjemput kemenangan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 9 April mendatang terus digulirkan Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Kota Binjai guna merapatkan barisan seluruh tim yang kali ini, Minggu 30/03/2014, digulirkan ke saksi TPS lingkungan Dapil 1, Kec. Binjai Kota - Binjai Barat di Balai Diklat Pemko Binjai yang dihadiri puluhan saksi yang siap disebar ke seluruh TPS di Dapil 1.

Urgensi peran saksi di TPS menjadi konsern serius bagi DPD PKS Kota Binjai dalam mengawal suara PKS yang insya Allah akan mengantarkan PKS Juara di Sumut dan 3 Besar Nasional membuat pembekalan ini langsung dipandu oleh Fitra Syamsurizal, Sekretaris DPD PKS Kota Binjai yang juga Calon Anggota DPRD (CAD) no urut 4 Dapil 2, Binjai Utara, yang tampak berlangsung hikmat dan penuh dengan antusiasme para saksi. Pengukuhan yang insya Allah meningkatkan komitmen para saksi TPS ini tentunya diharapkan mampu mengantarkan kepada targetan besar PKS selama ini. (aam).


Senin, 24 Maret 2014

Video Profil Irvantra Padang, MA





Kampanye Rapat Umum PKS Binjai Kota & Barat

Mardiatos Tanjung, Lc - Orasi Kampanye PKS  Binjai Kota -Binjai Barat
Sesuai jadwal kampanye yang telah dibagi oleh KPU Kota Binjai, Minggu, 23/03/2014, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendapat giliran berkampanye pada hari itu, yang jatah kampanye ini dimanfaatkan oleh Koordinator Daerah Pemilihan (Kordapil) 1 PKS Binjai Kota - Binjai Barat mengdakan rangkaian kampanye bertitik tumpu di Mesjid An-Nur Kota Binjai yang dimulai dengan aksi bagi balon, bunga, dan cendramata kepada masyarakat Kota Binjai yang berolahraga pagi di Lapangan Merdeka Binjai.

Acara dilanjutkan dengan aksi 'Freezmob' yang merupakan gerakan mematung untuk beberapa saat di bundaran lampu lalulintas lapangan merdeka Binjai yang setelahnya dilanjutkan dengan pertunjukan 'BreakDance' kader PKS Dewan Pengurus Cabang (DPC) Binjai Barat yang pada puncaknya dilanjutkan dengan kampanye umum dan bakti sosial di Lapangan Bola Kaki Payaroba Binjai Barat yang dimulai pukul 09:00 WIB.
Kampanye yang diramaikan oleh ratusan kader Binjai Kota - Binjai Barat begitu gagap gempita dan disambut dengan sangat hangat oleh masyarakat yang beraktifitas di Lapangan Merdeka Kota Binjai pagi itu.(aam)

Jumat, 14 Maret 2014

BERIKUT SURAT SUARA YANG DIANGGAP SAH PADA PEMILU 2014

Aturan Pemilu 9 April 2014
                                Penting Untuk Seluruh Saksi, KPPS, CALEG dan Partai:

1. Mencoblos di nomor urut, tanda gambar dan nama parpol, maka suaranya dihitung satu untuk parpol.
2. Mencoblos di nomor urut dan nama caleg maka suaranya dihitung satu untuk caleg.
3. Mencoblos di nomor urut, tanda gambar dan nama parpol dan mencoblos di kolom nomor urut dan nama caleg, maka suaranya dihitung satu untuk caleg.
4. Mencoblos di nomor urut, tanda gambar dan nama parpol serta lebih dari satu nomor urut pada nama caleg, maka suaranya dihitung satu untuk parpol.
5. Mencoblos di lebih dari satu nomor urut dan nama caleg parpol yang sama, maka suaranya dihitung satu untuk parpol.
6. Mencoblos lebih dari satu nomor urut, tanda gambar dan nama caleg, maka suaranya dihitung satu untuk parpol.
7. Mencoblos lebih dari satu kali pada nomor urut dan nama caleg pada satu parpol, maka suaranya dihitung satu untuk caleg tersebut.
8. Mencoblos di garis di antara kolom yang memuat dua nomor urut dan nama caleg di satu parpol, maka suara dianggap sah untuk satu parpol.
9. Mencoblos di garis yang memuat nomor urut dan nama caleg, maka suara dianggap satu untuk parpol.
10. Mencoblos di garis yang memuat satu nomor urut dan nama caleg, maka suara dianggap satu untuk caleg.
11. Mencoblos di kolom abu-abu di antara nomor urut dan nama caleg pada satu parpol, maka suara dianggap sah satu untuk parpol.
12. Mencoblos di kolom abu-abu di bawah nomor urut dan nama caleg terakhir pada satu parpol, maka suara dihitung satu untuk parpol.
13. Mencoblos di kolom nomor urut dan nama caleg yang sudah didiskualifikasi, maka suara dianggap sah untuk parpol.
14. Mencoblos di kolom nomor urut dan nama caleg yang sudah meninggal dunia, maka suara dihitung satu untuk parpol.
15. Mencoblos di kolom nomor urut, tanda gambar dan nama parpol yang tidak memiliki daftar caleg, maka suara dianggap sah satu untuk parpol.

Senin, 10 Maret 2014

Bendera PKS di Sukai Banyak Orang

Kecintaan masyarakat kepada Partai Keadilan Sejahtera (PKS) begitu tinggi yang terlihat dari antusias masyarakat menyikapi langkah kader memasang bendera di tiap daerah selalu saja bendera tersebut di pindah ke tempat yang mereka sukai dengan mencabut dari tempat awal pemasangan yang mengakibatkan kekosongan bendera didaerah awal dan menuntut pemasangan kembali bendera guna mengisi kekosongan itu dengan tujuan tuk menunjukan bahwa PKS itu eksis dan siap menjemput kemengan April nanti.

Tampak kader PKS Kec. Binjai Kota Minggu malam, 9/3/2014 menyiapkan bendera untuk mengisi kembali kekosongan bendera yang tak tampak lagi. Seperti biasa, namun tak biasa di lingkungan partai lain, para Calon Anggota DPRD (CAD) Dapil I, Binjai Kota - Binjai Barat turut serta menyiapkan dan memasang bendera. Semangat kader menjemput kemenangan PKS April mendatang semakin menggelora dengan hilangnya bendera. "Patah tumbuh hilang berganti " pantas mewakili semangat para kader itu. (aam)

CALEG  & Kader PKS Binjai Kota Menyiapkan Bendera

Kamis, 06 Maret 2014

"Sedikit Bicara, Banyak Berbuat" Drs. Raudin Purba

 
Reses Rauddin Purba di Kel. Cengkeh Turi Binjai Utara
Binjai, Pemilu sudah di depan mata, politisi yang akan bertarung di panggung politik kian gencar-gencarnya mensosialisasikan program yang akan dijalankan ketika sang politikus tersebut melanggeng jadi anggota dewan. Calon Legislatif (Caleg) dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tak mau ketinggalan untuk terus bekerja, reses atau turun ke masyarakat untuk mensosialisasikan dan memperkenalkan diri mereka dihadapan masyarakat. Drs H Raudin Purba Caleg DPR-RI Daerah Pemilihan ( Dapil ) Sumut 3 , nomor urut 6 mensosialisasikan program-programnya sekaligus silaturahim dengan masyarakat Lingkungan IX Kelurahan Cengkeh Turi Jalan Benih, Rabu, (5/3).

Terik matahari yang begitu panas, tak menyurutkan semangat Ibu-Ibu dan Bapak-Bapak untuk hadir di kediaman Herianto Caleg DPRD Kota, Dapil Binjai Utara nomor urut 6. Dalam acara reses kali ini, Raudin Purba mensosialisasikan program-Program kerjanya apabila nanti ia terpilih menjadi anggota dewan." Saya memiliki 3 program yang akan saya jalankan nanti," katanya. Diantara ketiga programnya tersebut ialah Meneruskan perjuangan kelompok tani dalam hal sengketa tanah yang saat ini dikuasai PTPN 2,3,4, dan asing, Menolong nelayan tradisonal yg tersisih oleh kapitalis, Memperjuangkan UU desa, 1 miliar per desa tiap tahun.

"Motto hidup saya, Sedikit bicara, banyak berbuat,"kata caleg DPR-RI NO 6 asal PKS. Ia mengatakan, caleg itu jangan banyak mengumbar-ngumbar janji, tapi harus banyak berkarya dan berbuat untuk masyarakat.Tampak hadir dalam acara silaturahim dengan masyarakat Kelurahan Cengkeh turi Caleg DPRD Kota, Irvantra Padang , Dapil Binjai Utara nomor urut 1.

Dalam sambutannya Drs. H Raudin Purba menghimbau masyarakat agar menjadi pemilih yg cerdas.
" Gunakan hak pilih, jangan golput, jangan pilih caleg yang tak peduli pada negara, 9 April nanti kita memilih wakil rakyat yang benar-benar amanah, lihat rekam jejak caleg tersebut," katanya. (Ifd)

Muhammad Hafez: "PKS Hadir untuk Melakukan Perubahan"

BINJAI - Jelang Pemilu Legeslatif 9 April mendatang, DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Binjai mengadakan acara temu kader dan struktur PKS Se Kota Madya Binjai, mulai dari DPD hingga DPRa. Acara yang dilaksanakan Sabtu, (01/03/14) di kantor DPD PKS Binjai ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum DPW PKS Sumatera Utara H. Muhammad Hafez, Lc. MA.

Acara yang dipandu oleh ketua Kaderisasi DPD PKS Kota Binjai Dodik Marwanto ini dihadiri sekitar 100 orang kader PKS Kota Binjai. Dalam sambutannya, ketua DPD PKS Kota Binjai Irvantra Padang memberi semangat kepada kader PKS Kota Binjai dalam menghadapi pemilu legeslatif tahun ini. 


“Semua kader tanpa terkecuali harus tetap semangat mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya pada pemilu 9 April mendatang. Selain itu semua kader juga harus optimis bahwa kemenangan PKS Kota Binjai akan bisa diraih dengan kerja keras dari para kader.” ujarnya Irvantra Padang.
 
Sementara itu ketua umum DPW PKS Sumatera Utara Muhammad Hafez Lc. MA dalam sambutannya mengatakan bahwa PKS hadir di bumi pertiwi ini untuk melakukan perubahan. 


"Kita (PKS) hadir di bumi pertiwi ini untuk melakukan perubahan. Saat ini PKS memiliki kader di lembaga Eksekutif. Diantaranya 4 Gubernur (Sumbar, Jabar, Sumut dan Maluku Utara), 2 walikota, 11 wakil walikota, 3 bupati, dan 6 wakil bupati. Dan ini diharapkan menjadi semangat tersendiri untuk menuju perubahan." Ujar Muhammad Hafez yang juga caleg nomor urut 1 DPRD Sumatera Utara Dapil Medan A.

Disampaikan juga bahwa kehadirannya di Binjai saat ini untuk memastikan apakah proses pemenangan PKS di Binjai dan Sumatera Utara pada umumnya sudah berjalan atau belum.

Diakhir sambutannya Muhammad Hafez menyampaikan agar seluruh kader meningkatkan kewaspadaan jelang pemilu. Karena bisa dipastikan akan banyak black campaign yang akan ditujukan kepada kita. Dan satu hal yang tidak boleh dipisahkan dari strategi kemenangan ini adalah ibadah/penguatan ruhiyah, karena kemenangan itu datangnya dari Allah SWT bukan dari relawan atau tim sukses kita, mereka hanya perantara saja.


Konsolidasi PKS Binjai Bersama Uts Muhammad Hafez

"Jika Kita bersyukur, Maka Akan Allah Tambahi Nikmat-Nya"

LT3 Besar DPC PKS Binjai Kota Bersama Irvantra Padang


        Allah tidak akan mendatangkan kemenangan sebelum kita mensyukuri apa yang telah kita dapatkan, maka terlalu naif kita menyusun beragam strategi bila kita belum mensyukuri apa yang kita raih sekarang. Itulah petikan taujih yang disampaikan Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ust. Irvantra Padang,MA dalam acara Liqo' Tarbiyah (LT) 3 Besar, Rabu malam, 5/3/2014 yang diadakan oleh koordinator Daerah Pemilihan  1, Binjai Kota - Binjai Barat di kediaman H. Marasonang Lubis,S.Sos. di Jl. Samanhudi Binjai.

     LT 3 Besar merupakan upaya perapatan barisan para kader PKS yang diharapkan mampu mengukuhkan semangat kader menjemput kemenangan April mendatang yang diadakan di tiap Dapil. LT 3 Besar ke-3 ini dihadiri puluhan kader dan hampir seluruh Calon Anggota DPRD (CAD) Dapil 1 Kota Binjai.

       Di akhir taujih, Ust. Irvantra Padang,MA mengajak seluruh kader mensyukuri pencapaian PKS Kota Binjai selama ini dengan kerja penuh cinta serta berprasangka baik dalam menghadapi dinamika yang terjadi baik di internal maupun eksternal partai guna mengukuhkan soliditas tim menghadapi perhelatan lima tahunan yang dalam hitungan hari akan tiba.(aam)

Minggu, 02 Maret 2014

PKS Mulai Kampanyekan Anis Matta Jadi Pengganti SBY

M. Anis Matta,Lc Pemimpin Muda

DPW Partai Keadilan Sejahtera Sulsel mulai aktif mengampanyekan Anis Matta sebagai bakal calon Presiden. Kendati masa kampanye pemilihan Presiden dan Wakil Presiden belum dimulai dan calon belum ditetapkan, namun Anis sudah dikampanyekan melalui dunia maya.

Sosok Presiden PKS tersebut, pengganti Luthfi Hasan Ishaaq yang tersandung kasus suap impor daging sapi, diulas melalui delapan seri tulisan. Serial sosok Anis di-posting pada situs web resmi PKS Sulsel, http://www.pkssulsel.org/ Posting-an sosok dimulai, Jumat (28/2/2014).Sosok Anis di-posting dan diulas, enam hari setelah kunjungannya di Makassar dalam rangka mengumpulkan kader se-Sulsel serta memimpin apel siaga PKS jelang Pemilu 2014. Pada kesempatan itu, Ketua DPW PKS, Andi Akmal Pasluddin, mengatakan bahwa PKS Sulsel bulat mendukung Anis, kendati ada tiga bakal calon dari PKS. Dua lainnya adalah Ahmad Heryawan dan Hidayat Nur Wahid.

"Kita sudah final mendukung Anis Matta sebagai capres dari PKS. Beliau adalah putra daerah yang sudah teruji," kata Akmal.Anis didukung karena faktor primordial. Mantan Wakil Ketua DPR RI itu merupakan putra Sulsel. Lahir di Bone, 7 Desember 1968.

Sisi yang diulas dalam sosok Anis adalah ketika menghabiskan masa kecilnya hingga remaja di Pesantren Darul Arqam Gombara, Makassar. Ustadznya di pesantren Abdul Djalil Thahir pun bercerita tentang pandangannya tentang Anis. 

Itulah yang menjadi tema sosok dengan judul “Sang Presiden di Mata Sang”. Tulisan pertama berjudul “Santri Paling Kecil di Darul”, tulisan kedua berjudul “Sosok Cerdas dan Disiplin”, tulisan ketiga berjudul “Nasi Kecap yang Membuatnya Jadi Orang Besar”.

Tulisan keempat berjudul “Anis Matta Sosok yang Kritis”, tulisan kelima berjudul “Dia Bintang di Pesantren dan di Luar Pesantren”, tulisan keenam berjudul “Anak Sang Guru yang Setia Mendampingi Anis Matta”, tulisan ketujuh berjudul “Sosok Cinta Membaca dan Menulis”, dan tulisan kedelan berjudul “Menjadi Sekretaris Sejak Aliyah”.

Sebagai pelengkap, disertakan foto dokumentasi Anis bersama dengan Sang Guru ketika menghadiri Pembekalan Caleg PKS se-Sulsel di Hotel Sahid Jaya, Makassar, Sabtu (22/2/2014)
makassar.tribunnews.com

Jumat, 28 Februari 2014

KOMENTAR PARA TOKOH TENTANG PKS



1.Hermawan Kertajaya,pakar marketing indonesia
"PROFESIONALnya PKS bisa dilihat dari rapinya administrasi kepartaian,serta tidak  adanya konflik internal yang mengganggu kinerja partai di tengah fakta partai lain saling gontok-gontokan berebut kursi pimpinan."

2.Djoko Susanto,mantan panglima TNI
"yang saya nilai mereka PATUT DICONTOH secara organisir gerakan dan SOLIDITAS kekuatannya;anda tahu partai PKS.semua database saya miliki termasuk  penilaian ketika melakukan aksi,dan memang satgas PKS-lah yang TERBAIK."

3.Prof. Dr. Jimly asshiddiqie,sh. mantan ketua MK
"paltform yang komprehensif,baru PERTAMA di indonesia.contoh baik bagi praktek perpolitikan nasional."

4.Prof. DR. Azyumardi Azra

"PKS bertujuan membentuk masyarakat madani yang berbasiskan agama;yang  memungkinkan bagi umat beragama untuk melaksanakan ajaran dan  menghadirkan syariah islam yang RAHMATAN LIL 'AALAAMIIN."

5.Dr. Sri Mulyani, direktur Bank Dunia
"PLATFORM ini saya kasih nilai 100.Saya baca selama seminggu menjadi teman saya selama kunjungan ke Amerika.Saya kagum akan SISTEMATIKA penulisannya."

6.Eep Syaifullah Fatah, pengamat politik
"Kejelasan target dalam setiap aktifitas politik PKS itu yang membedakan dengan  parpol lain.Hal ini,PKS siap BEKERJA di saat politisi lain menikmati  libur mereka. politisi PKS siap BEKERJA KERAS di kala politisi lain sibuk."

7.Ryamizard Ryacudu,mantan KSAD
"Itu,satgasnya PKS cuma mereka yang punya STANDART OPERASIi yang sangat rapi mirip  dengan Organisasi struktural ala TNI.cuma mereka tidak memiliki  loreng.menurut data yang saya miliki satgas PKS sudah seperti pasukan  ala Vietkong yang dibentuk melawan Amerika."

8.Sidney Jones,International Crisis Group (ICG)
"Mereka paling CERDAS dan paling PEDULI pada rakyat, juga paling punya gagasan tentang PUBLIC SERVICES."

9.Susilo Bambang Yudoyono, presiden RI
"PKS telah banyak melakukan KONTRIBUSI bagi bangsa,SBY sangat mendukung tekad PKS dalam mewujudkan sistim yang bersih dalam bernegara dan  mengapresiasi kiprah PKS dalam melakukan AKSI SOSIAL menolong korban  bencana. Teruslah membantu masyarakat dan JANGAN BERHENTI...!!!!"

10. Sjafri sjamsoedin, wamenhan
"Sebuahpasukan itu bisa kuat bukan karena senjata canggih yang mereka  miliki;tapi melainkan HATI YANG IKHLAS dan KETEGUHAN menjadi seorang  pejuang.siapapun yang menjadi lawan,semuanya akan terasa kecil untuk  dihadapi.KEKUATAN HATI dengan NIAT SUCI demi atas nama tuhannya,itulah  senjata paling canggih di dunia. saya menilai itu tumbuh pada diri satgas yang dimiliki PKS."


11. Sekretaris Kedubes AS untuk RI, Vanessa Guest

"PKS Partai Islam Terbesar dan Terkuat serta memiliki  rencana dan tujuan yang jelas",



Sikap Ummat Islam Menghadapi Pemilu 2014

Pemilu 9 April 2014
Tahun 2014 ini adalah tahun politik. Pasalnya, perhelatan akbar pesta demokrasi akan digelar di tahun ini. Rakyat akan kembali memilih wakilnya yang duduk di parlemen beserta presiden yang akan memimpin pemerintahan. Wajar saja jika momentum ini akan sangat menentukan nasib bangsa Indonesia setidaknya untuk lima tahun ke depan. Maka, sudah seyogianya ummat Islam memaksimalkan hak pilihnya agar pemimpin yang nanti terpilih adalah benar-benar yang siap melayani ummat dan berbakti kepada Islam dan Indonesia.

Musuh Islam Mengancam
Di tengah melemahnya partisipasi warga dalam Pemilu, sikap untuk menjadi golput justru sebenarnya tidak bertanggungjawab. Mengapa? Sebab dengan tidak memilih sebenarnya kita telah membiarkan kekuatan-kekuatan lain untuk “berkuasa” bahkan nanti menindas dan menzalimi akidah dan kesejahteraan kita. Wakil Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) KH. Fahmi Salim, MA mengatakan, “Sekarang para aktivis JIL, Syiah, pluralis, sekuleris dan liberalis berlomba-lomba masuk ke parlemen. Apakah kita diam saja membiarkan?” Tepat, sekarang ini orang yang tak senang akan kebangkitan Islam juga berupaya masuk ke parlemen untuk mewujudkan misinya.

Mari kita lihat satu per satu.

Pertama, kekuatan Zionis Yahudi. Kini di republik ini telah berdiri organisasi yang mempelopori dibukanya hubungan diplomatik antara Indonesia dengan negara teroris Israel. Namanya IIPAC (Indonesia-Israel Public Affair Commitee). Sudah beberapa tahun terakhir, lembaga yang dipimpin Benjamin Ketang tersebut menyelenggarakan HUT Israel di sejumlah kota besar di Indonesia. Benjamin sendiri menjadi caleg DPR RI dari Partai Gerindra. Penganut Yahudi memang banyak bermukim di Jakarta, Surabaya dan Manado. Mereka memiliki sinagog (rumah ibadah) dan rabbi (pendeta) sendiri. Bahkan di Sulawesi Utara, mereka berhasil membangun tugu Menorah raksasa, simbol agama mereka dengan dana APBD Provinsi yang nilainya mencapai milyaran rupiah.

Belakangan, mereka juga mengeluarkan pernyataan dukungan terhadap capres yang mereka anggap akan mendukung perjuangan mereka yaitu Abu Rizal Bakrie dari Partai Golkar. Memang jamak diketahui sudah bertahun-tahun pemilik grup Bakrie ini memiliki kongsi bisnis dengan konglomerat Yahudi Eropa dari Dinasti Rotshchild dalam usaha tambang batubara Bumi Resources.

Selain itu, sejumlah politisi juga telah nyata-nyata menunjukkan dukungan terhadap gerakan rasialis yang menjajah bumi suci Palestina itu. Tercatat nama politisi Partai Nasdem, Ferry Mursyidan Baldan yang menghadiri resepsi HUT Israel di Singapura pada 2013 lalu. Ada pula anggota DPR dari Partai Golkar, Tantowi Yahya yang berkunjung ke Knesset, parlemennya Israel atas undangan Australian Jewish Community. Miris sekali. Tak terbayangkah bagaimana kejinya tentara Zionis membombardir bocah-bocah Palestina yang tak berdosa dengan bom dan peluru?

Kedua, kekuatan Komunis-Marxis. Komunis adalah bahaya laten. Walaupun sudah menjadi organisasi terlarang, tapi ideologinya terus berkembang. Benih-benihnya bersemai di kampus-kampus. Dan sekarang tunasnya tumbuh dan bermekaran di partai yang berebut ke Senayan. Ideologi anti Tuhan dan anti kepemilikan pribadi yang nyeleneh ini dulunya berada di PKI. Lalu pada era reformasi mereka berkumpul di Partai Rakyat Demokratik (PRD). Sayang, PRD tak lolos electoral threshold. Akhirnya para aktivis kiri pemuja Che Guevara ini menyusup ke banyak tempat. Mayoritasnya ada di PDI-Perjuangan pimpinan Megawati Soekarno Putri. Bahkan di partai ini ada anggota DPR yang menulis buku “Aku Bangga Menjadi Anak PKI”.
Namanya Ribka Tjiptaning Proletariati. Di samping itu, ada Budiman Sujatmiko, mantan ketua PRD yang sudah duduk di Senayan (juga) dari PDIP. Masih ada lagi Andi Arief yang menjadi staf khusus Presiden SBY dan Pius Lustrilanang yang jadi anggota DPR dari Partai Gerindra.

Ketiga, kekuatan Salibis. Kita mungkin akan dituduh intoleran dan primordialis jika menyinggung persoalan agama. Namun faktanya memang umat Kristen di Indonesia juga berniat menjadikan “Anak Tuhan” sebagai pemimpin negeri ini. Seperti halnya di Nigeria, penduduknya mayoritas Muslim tapi presidennya Kristen. Organisasi seperti Persekutuan Gereja di Indonesia (PGI) dan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) terang-terangan menyatakan niatnya untuk memenangkan caleg dan capres Kristen.

Maka kita melihat sejumlah nama coba mereka usung seperti Harry Tanoesoedibyo yang diusung Partai Hanura sebagai cawapres mendampingi Wiranto. Bos MNC Group ini juga merupakan inisiator event maksiat pengumbar syahwat Miss World di Indonesia. Kemudian Sinyo Harry Sarundajang ikut di Konvensi Partai Demokrat. Selain itu Pendeta Richard Daulay membeberkan sejumlah figur kader Gereja yang dianggap mampu maju di Pilpres di antaranya EE Mangindaan, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Menparekraf Marie Elka Pangestu, mantan Menperind Luhut Binsar Panjaitan dan mantan Pangkostrad Letjend TNI (Purn) Johny Lumintang.

Belum lama ini lembaga survey milik mereka, Cyrus Network juga merekayasa hasil risetnya seolah-olah Ahok alias Basuki Tjahaja Purnama sangat diharapkan rakyat menjadi wapres. Di sisi lain mereka juga terus mengkampanyekan Jokowi for President dengan asumsi jika Jokowi melenggang ke RI 1 maka kursi Gubernur Jakarta akan jatuh ke Ahok. Kita patut bercermin bagaimana kota Manokwari di Papua nyaris mereka buat menjadi kota Injil dimana simbol keislaman dilarang. Adzan untuk shalat saja tak diperbolehkan. Naudzubillah. Betullah firman Allah SWT dalam QS Al-Baqarah ayat 120, “Dan mereka tidak akan ridha kepada kalian, sebelum kalian mengikuti millah (agama) mereka..”

Keempat, kekuatan liberalis. Jaringan Islam Liberal (JIL) adalah musuh dalam selimut umat Islam. Mereka hendak menghancurkan Islam dari dalam. Bagi mereka Al-Qur’an itu ketinggalan zaman sehingga perlu tafsir baru yang mereka buat sesuai kehendak syahwat mereka. Menurut mereka, semua agama itu sama saja. Dalam pandangan mereka, shalat itu tak wajib. Jilbab bagi muslimah tak wajib. Nikah beda agama boleh. Waris beda agama sah-sah saja. Bahkan menikah dengan sesama jenis (gay/lesbi) tak jadi soal. Beginilah memang jika belajar Islam kepada orientalis Yahudi. Mondoknya bukan Mekkah, Madinah atau Al-Azhar, Mesir tapi di Chicago atau Montreal sana.

Tokoh utama JIL yang mencoba masuk ke parlemen adalah Ulil Abshar Abdalla, salah satu Ketua DPP Partai Demokrat yang menjadi caleg dari partai berkuasa itu. Satu lagi adalah Zuhairi Misrawi, yang jadi caleg dari PDIP. Keduanya –oleh media sekuler- disebut sebagai intelektual Muslim. Namun ketika presiden Mesir yang sah dan konstitusional DR. Muhammad Mursi al-hafidz dikudeta militer, mereka malah bertepuk tangan, tertawa gembira dan mendukung pembantaian terhadap aktivis Islam dari gerakan Ikhwanul Muslimin. Pembakaran masjid pun mereka amini untuk mengikuti syahwat Zionis. Memang jamak diketahui Partai Demokrat dan PDIP adalah tempat bersarangnya aktivis liberal anti-Islam yang getol membela kebathilan seperti pornografi dan LGBT (lesbian, gay, transgender, heterosex). Salah satu yang paling populer adalah Rieke Dyah Pitaloka alias Oneng, politisi partai banteng yang aktif di AKKBB.

Dalam tayangan Duel Kandidat di TV One (27/1) yang lalu, juga terlihat sejumlah politisi parpol berbasis massa Islam yang justru berbangga menjadi pembela pluralisme dan liberalisme. Sebut saja Saleh Partaonan Daulay (PAN), Malik Haramain (PKB) dan Ramadhan Pohan (Demokrat). Padahal pluralisme dan liberalisme telah dinyatakan sesat oleh MUI melalui fatwanya dalam Munas 2005. Namun atas nama kebebasan dan hak asasi, mereka membela aliran menyimpang yang menodai dan menistakan Islam seperti ajaran Ahmadiyah.

Kelima, kekuatan Syiah. Syiah adalah satu sekte yang menyimpang dari akidah Islam. Ajaran yang diciptakan tokoh Yahudi, Abdullah bin Saba’ ini memang sangat ekstrim. Bagi mereka khalifah sesudah Nabi Muhammad haruslah Ali bin Abi Thalib. Bagi muslim yang setuju dengan kepemimpinan Abu Bakar, Umar bin Khattab dan Utsman bin Affan mereka nyatakan kafir. Para sahabat Nabi yang mulia dicaci makinya. Ummahatul Mukminin Aisyah ra. difitnah dan dilecehkan. Mereka juga mengklaim bahwa Al-Qur’an yang dimiliki ummat Islam saat ini (Mushaf Utsmani) telah mengalami distorsi. Ada banyak ayat yang hilang, menurut mereka.

Di sisi fiqih, salah satu ajaran paling nyelenehnya adalah dianjurkannya nikah mut’ah alias kawin kontrak. Menikah dengan perjanjian sampai batas waktu tertentu. Tentu ini tak lain hanyalah pelacuran yang dijustifikasi atas nama agama. Di Iran, Suriah, Irak dan Lebanon dimana Syiah berkuasa, ummat Islam ahlussunnah wal jamaah ditindasnya. Di negara kita pun, pentolah Syiah mulai merambah ranah politik. Di antaranya adalah Ketua Dewan Syura IJABI, Jalaluddin Rakhmat yang jadi caleg PDIP di Jawa Barat dan Zulfan Lindan yang jadi caleg DPR RI Dapil Aceh 2 dari Partai Nasdem.

Setelah membaca uraian di atas, bagaimana pendapat Anda?

Islamedia.web.id